CANDI BOROBUDUR

LABUAN BAJO

Sabtu, 22 April 2017

KEINDAHAN CIKURAY, TREK YANG TIDAK BERBONUS



Pos Masuk Pendaftaran

Hai sobat pendaki, balik lagi nih bareng Pendaki Selow ...
Kali ini kami mau menceritakan tentang pengalaman mendaki Gunung Cikuray, Jawa Barat.

Jumat, 30 Desember 2016
Awal keberangkatan kami dari terminal Kampung Rambutan sekitar pkl.21.30 wib, karena saat itu pas momen liburan panjang tahun baru jadi kita harus memutar arah lewat Jonggol, Cileungsi dikarenakan kepadatan di tol Cipularang.
Pagi hari sekitar pkl.04.30 wib kami sudah tiba di Terminal Guntur, Garut. Setelah bersih-bersih dan mencari sarapan perjalanan kami lanjutkan menggunakan mobil losbak menuju Pos Pemancar Gunung Cikuray. Pkl.07.00 wib kami sudah tiba di Pos Pemancar. Setelah melakukan simaksi dan laporan lain-lain kami mulai melanjutkan perjalanan melalui Pos Pemancar.

Sabtu, 31 Desember 2016
Dijalur pendakian melalui Pos Pemancar ada banyak pos-pos yang harus kita lalui sebelum sampai di Pos Bayangan.
Jarak antar pos pun saling berdekatan kira-kira bisa kita tempuh jarak antar pos selama kurang lebih 1 - 2 jam, tapi jangan harap seperti dijalur pendakian gunung-gunung lainnya yang tiap pos disediakan shelter untuk beristirahat, dijalur pendakian Gunung Cikuray ini pos nya hanya berupa tanah lapang yang tidak terlalu luas hanya muat untuk sekitar 2 atau 3 tenda saja apabila kita harus memutuskan untuk mendirikan tenda.


Jalur pendakian dari Pos 4 menuju Pos 5

Perjalanan dari Pos 1 hingga Pos 4 terasa biasa saja bagi kami yang baru mendaki awal nih, hehehe ... Baru kemudian perjalanan yang sesungguhnya dari Pos 4 hingga Pos 6 amat sangat melelahkan karena jalan yang sudah mulai menanjak dan tidak ada bonusnya sama sekali, jadi harus banyak-banyakin istirahat saja dan jangan terlalu boros sama air minum yang kita bawa dari bawah karena selama perjalanan di jalur kita tidak akan pernah menjumpai mata air hingga mencapai puncak.
Berhubung hari sudah menjelang sore sekitar pkl.16.00 wib dan juga langit sudah terlihat mendung maka kami memutuskan untuk mendirikan tenda di Pos 6 (Puncak Bayangan) karena kondisi badan yang sudah mulai lelah dan udara juga sudah mulai dingin. Betul saja setelah kami mendirikan tenda tidak lama hujan turun hingga larut malam. Suasana tengah malam selepas hujan sangat ramai sekali karena momennya pas tahun baru, jadi saat itu kami bisa melihat kembang api dari kota Garut dengan jelas karena kami sudah berada lumayan tinggi dikaki Gunung Cikuray.

Minggu, 01 Januari 2017
Pagi harinya sekitar pkl.07.00 wib setelah selesai sarapan kami melanjutakan perjalanan menuju puncak dengan hanya berbekal minum dan cemilan saja, semua perlengkapan kami tinggal di tenda saja.
Pkl.09.00 wib kami sampai di Pos 7, ini merupakan pos terakhir sebelum sampai puncak, hehehe ....
Pkl.10.30 wib kami sudah sampai di Puncak Cikuray, memang indah sekali pemandangan disana apalagi kalau kita naiknya pagi jadi bisa melihat sunset dipuncak bak berada diatas awan.


Top on Cikuray


Top on Cikuray

Setelah puas berfoto ria buat dokumentasi kami kemudian turun ke pos tempat kami mendirikan tenda untuk kemudian membuat makan siang dan beristirahat sejenak sebelum akhirnya kami bergegas turun kebawah agar tidak kemalaman mencapai terminal Guntur.
Sungguh pendakian Cikuray yang menguras tenaga tapi kami merasa puas karena keindahan alamnya yang mempesona ...


Negeri diatas awan

Oh iya ada satu info nih bahwa di Pos 6 sekarang sudah ada penjual air minum satu botol air mineral 1,5 ltr dihargai Rp.3000,- lumayan kan daripada kita harus bawa air berbotol-botol dari bawah, hehehee ... dan juga untuk sampah bisa kita tinggal di Pos 6 karena memang sudah ada yang mengurusinya.

Salam,

Pendaki Selow

Estimasi biaya :

Bus dari Terminal Lb.Bulus - Guntur : Rp.55.000,-
Mobil Losbak dari Terminal Guntur - Pos Pemancar : Rp.25.000,- (per orang)
Simaksi : Rp.25.000,-


Sabtu, 28 Januari 2017

WISATA AIR TERJUN TOROAN, AIR TERJUN PINGGIR LAUT MADURA

Air terjun Toroan biasa masyarakat sekitar menyebutnya ini tidak hanya memiliki keindahan dan kealamian yang masih terjaga. Sama seperti beberapa kawasan objek wisata yang ada di Pulau Madura lainnya, air terjun Toroan masih sangat alami dan sederhana. Nampaknya pemerintah setempat belum berminat untuk mengembangkan objek wisata ini secara serius dan profesional.



Namun, anda tidak perlu merasa khawatir akan kecewa dengan pemandangan yang ada disana. Disekitar air terjun Toroan ini ditumbuhi banyak sekali pepohonan sehingga siklus udara begitu sejuk dan sangat rindang. Jika biasanya air terjun hanya ada di kawasan pegunungan atau perbukitan maka lain halnya dengan air terjun Toroan ini. Tidak ada gunung maupun bukit disekitar air terjun dan yang semakin membuat takjub adalah air terjun Toroan berhadapan langsung dengan laut lepas karena letaknya yang berada di pesisir pantai.

Tempat ini juga sangat bagus untuk dijadikan spot fotografi ataupun lokasi pre wedding untuk sepasang kekasih yang akan melakukan persiapan resepsi tentunya dengan didukung oleh para ahli fotografi yang cukup handal.



Aliran air yang berasal dari ketinggian 20 meter ini langsung mengalir menuju muara laut, ditambah dengan sempurnanya pemandangan serta bebatuan yang berada di kawasan bawah air terjun. Bagi anda yang bisa berenang silahkan mencoba sensasi berenang di bawah air terjun yang cukup dalam sekitar 2 meter. Namun sayangnya masih belum ada kamar mandi umum, tempat ruang ganti pakaian atau fasilitas umum lainnya.

Biasanya menikmati sunset di dekat air terjun sambil mendengar deburan ombak di laut bukan hal yang tidak mungkin. Dengan datang ke objek wisata air terjun Toroan ini hal itu semua bisa anda dapatkan dengan mudah. Dan pesan dari kami adalah untuk ikut menjaga kebersihan dengan minimal membuat sampah pada tempatnya serta tidak merusak ekosistem yang sudah ada.




#pendakiselow
#pesonaindonesia

Sumber : www.pulaumadura.com

Sabtu, 17 Desember 2016

EKSOTISME CURUG SERIBU DIKAKI GUNUNG SALAH ENDAH




Para sobat pendaki pasti tidak terlalu asing dengan nama curug, karena di Indonesia terdapat berbagai curug atau air terjun.
Tapi, para sobat pendaki pernah belum untuk datang ke curug tertinggi di Jawa Barat?, bila belum cobalah untuk datang dan menikmati keindahan curug seribu di gunung bunder. Lokasi curug seribu berada di daerah kawasan wisata Gunung Salak Endah, tepatnya di Wana Wisata Gunung Bunder, Pamijahan, yang masih berada di wilayah Kabupaten Bogor.
Para sobat pendaki tau kan kalau curug seribu ini merupakan curug yang tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian sekitar 1050 meter dari permukaan laut.
Air terjun ini menyajikan pemandangan yang begitu memukau dan suara gemuruh air terjun ini bisa terdengar dari jarak yang cukup jauh karena selain tinggi, debit air yang jatuh bebas dari air terjun ini juga banyak.
Para sobat pendaki yang sedang berlibur ke Bogor jangan lupa untuk mampir ke Wisata Gunung Bunder ini ya. Ketika sampai di kota Bogor, langsung saja pilih arah IPB. Tak lama setelah itu, akan menemukan sebuah jalan menuju ke Gunung Bunder melewati Cikampak dengan jalur yang sedikit sulit, atau alternatif lain melewati Cibatok yang relatif lebih aman untuk kendaraan roda empat. Para sobat pendaki akan melalui desa-desa yang penduduknya cukup banyak, dan sepanjang jalan di desa ini akan menemukan pemandangan yg asri seperti, sawah, pegunungan, sungai, dll. Para sobat pendaki dapat memasuki gunung bunder melalui pintu masuk depan maupun pintu masuk belakang tergantung rute desa yang dilalui.



Untuk tiket masuknya juga tidak terlalu mahal. Di pintu gerbang itu pun akan disuguhi oleh pemandangan eksotik hutan-hutan pinus dengan udara yang sejuk segar dan fresh.
Untuk yang ingin ke curug seribu, butuh tenaga ekstra untuk sampai ke curugnya. Lokasi yang cukup terpencil dan terletak didalam lembah dalam diantara dua punggungan bukit. Dari tempat parkir lumayan jauhnya perjalanan di jalan setapak. Para sobat pendaki harus berjalan kaki sekitar 3 km dari tempat parkir menuruni lembah yg cukup curam dengan step langkah yg cukup tinggi, dan jalan dibebatuan dengan trapnya yang tinggi, lumayan juga untuk menguras tenaga.
Jadi yang ingin pergi ke curug seribu ini disarankan untuk pergi bersama-sama dan jangan lupa membawa fasilitas pendakian yg cukup seperti sepatu gunung, ransel, obat2an, air mineral, dll. Tapi jangan khawatir, karena setelah sampai di curug seribu, kalian akan disuguhi pemandangan yang super cantik.
Dengan air terjun besar dan tinggi serta dialiri oleh sungai yang besar dan jernih banget, serta suasana yang masih asri tidak ada polusi.
Para sobat pendaki juga akan menemui banyak monyet hutan selama dalam perjalanan. Para sobat pendaki juga bisa berkemah disini, karena terdapat fasilitas camping ground dan juga tersedia fasilitas outbound selain itu juga bisa menikmati fasilitas rute treking dan hiking yang bisa ditelusuri untuk menuju berbagai air terjun di kawasan ini.
Karena selain Curug Seribu, terdapat juga curug lain seperti Curug Cadas, Curug Cihurang, Curug Ngumpet, Curug Cigamea dan Curug Pangeran.

Tiket masuk Gerbang Utama : Rp.20.000,-
Tiket masuk Curug Seribu : Rp.10.000,-
Parkir : Rp.10.000,-

Sumber : www.telusurindonesia.com