CANDI BOROBUDUR

LABUAN BAJO

Selasa, 27 September 2022

LABUAN BAJO, SURGA ALAMI YANG TERSEMBUNYI DI INDONESIA TIMUR

Hai sobat pendaki, balik lagi nih bersama Pendaki Selow ...

Kali ini kita akan  bahas keindahan Labuan Bajo, surga alami dari Indonesia Timur. Siapa si yang gak kenal dengan Labuan Bajo, bahkan sampai turis mancanegara pun sudah mengenalnya loh.

Desa ini terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berbatasan langsung dengan Nusa Tenggara Barat dan dipisahkan oleh Selat Sape.

Destinasi ini menuju gerbang Taman Nasional Komodo yang menyimpan keindahan alam yang menakjubkan dan juga hewan purba yang mendunia yaitu Komodo, perlu sobat pendaki ketahui bahwa Komodo merupakan hewan purba yang masih hidup didunia dan hanya ada di Pulau Komodo ini loh.

                                                        Taman Nasional Komodo


Oh iya di Labuan Bajo ini banyak destinasi tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, bila kalian ingin menikmati pemandangan langit senjanya kalian bisa berkunjung ke Bukit Cinta, Puncak Amelia maupun Puncak Silvia. Atau buat kalian yang punya hobi wisata alam kalian juga bisa treking singkat ke Air Terjun Cunca Wulang.

Perlu kalian ketahui juga nih kalau Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo tuh merupakan satu entitas yang terhubung, jadi jika sobat pendaki berkunjung kesana disarankan kalian mengunjungi keduanya. Taman Nasional Komodo terdaftar sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1991 yang terdiri dari Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar dan beberapa pulau lain disekitarnya. Spot lain yang tidak kalah menariknya yaitu Pink Beach atau yang lebih dikenal dengan Pantai Merah oleh warga lokal.


Pink Beach
                                                                                    

Untuk menuju kesana sudah banyak akses yang disediakan dan terhubung loh baik melalui jalur udara, darat maupun laut.

  • Jalur Udara

Kalian bisa melalui kota-kota yang terhubung seperti Makassar, Balikpapan, Kupang, Mataram, Semarang dan Jakarta melalui beberapa maskapai penerbangan seperti Transnusa Airlines, Batik Air maupun Citilink.

  • Jalur Darat

Jika sobat pendaki ingin mencoba jalur darat bisa melalui Flores dengan mengambil rute Flores, Bajawa, Ruteng, Nancar, Mboera hingga Labuan Bajo atau bisa melalui Flores, Riung, Wera, Ruteng, Nancar, Mboera hingga Labuan Bajo. Selain itu ada rute alternatif lain yang bisa sobat pendaki pilih yaitu menggunakan Bus Damri dari Bali menuju Mataram kemudian lanjut perjalanan menuju Bima kemudian lanjut lagi menuju Sape, nah sesampainya di Sape sobat pendaki bisa melanjutkan dengan menaiki kapal feri menuju Labuan Bajo.

  • Jalur Laut

Tertarik untuk menggunakan transportasi laut, tidak ada salahnya sobat pendaki coba dengan menaiki KM Leuser dari PELNI yang berlayar dari Makassar atau KM Binaiya yang berangkat dari Denpasar (Benoa) menuju Labuan Bajo. Untuk mendapatkan jadwal serta harga tiketnya kalian bisa menghubungi agen atau pelabuhan setempat ya atau bisa juga sobat pendaki cek di website resmi PELNI.

Oke sobat pendaki sedikit pembahasan tentang Labuan Bajo, jika sobat pendaki penasaran akan keindahannya silahkan atur jadwal cuti, pesan tiket dan cuss langsung berlibur disana. Selamat liburan ya sobat pendaki ...


Sumber : https://www.indonesia.travel/id/id/destinasi/bali-nusa-tenggara/labuan-bajo


Minggu, 19 April 2020

PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS COVID-19


Berikut cara-cara pencegahan penyebaran Virus Covid-19:
  • Sering suci tangan pakai sabun dan air mengalir
  • Hindari menyentuh muka
  • Jauhi orang yang menunjukkan gejala (demam, batuk kering, kelelahan)
  • Bila Anda mengalami demam, rasa lelah dan batuk kering, segera cari pengobatan
  • Anda dapat menguatkan sistem kekebalan diri dengan melakukan perilaku sehat, seperti olah raga teratur, makan makanan bergizi seimbang, tidak merokok dan memastikan Anda dan anak Anda mendapat imunisasi lengkap.




#dirumahaja
#amandirumah

Hotline : 119




Minggu, 06 Agustus 2017

CLAKET ADVENTURE PARK, MOJOKERTO




Berkonsep outdoor, para pengunjung bisa berfoto di atas panggung kayu yang di bawahnya lereng jurang dengan latar belakang hutan yang berhadapan langsung dengan Gunung Welirang.
Destinasi baru itu Claket Adventure Park namanya. Namun pengunjung tak perlu khawatir jatuh, karena di tempat ini telah dilengkapi pengaman sesuai prosedur standar. Di sini pengunjung akan merasakan berbagai macam wahana yang cukup menguji adrenalin.
Di area ini pengunjung bisa bersantai di kursi drum yang telah dimodifikasi. Selain kursi drum, ada juga gazebo untuk bersantai bila datang bersama keluarga.



Tak perlu kehausan atau pun kelaparan, karena di sini pengunjung bisa menikmati aneka jajanan dan makanan di kantin yang telah disediakan.
Tak hanya orang dewasa saja yang bisa menikmati spot foto di wisata ini, anak-anak pun bisa menjajalnya. Tentu tetap di bawah pengawasan orangtua dan pendamping.

Sumber : http://www.tribunnews.com/travel/2017/04/24/claket-adventure-park-destinasi-wisaya-yang-memacu-adrenalin

Selasa, 25 April 2017

TIPS AGAR TERHINDAR DARI SAMBARAN PETIR PADA SAAT PENDAKIAN




Seperti dirangkum dari CNN Indonesia, dalam melakukan pendakian adakalanya kita mendaki disaat musim hujan disertai dengan gemuruh petir. Hal itu dapat menjadikan kita semakin was-was dalam melanjutkan perjalanan apakah dilanjutkan atau tidak?
Agar terhindar dari ancaman petir berikut Pendaki Selow berikan tips-tips yang juga bermanfaat bagi kalian para pencinta gunung.

  1. Jika memang terpaksa mendaki dalam kondisi hujan, maka siasati dengan mencari tahu kondisi cuaca di gunung yang akan didaki. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menghubungi tim di basecamp setempat.
  2. Jangan berada di padang rumput yang luas, puncak, atau punggungan gunung yang terbuka.
  3. Hindari berlindung di bawah pohon yang tinggi, karena saat petir menyambar pohon, aliran listrik akan merambat ke tanah dan berbahaya bagi pendaki. Jika terpaksa, pendaki bisa berlindung pada pohon yang berdiri lebih rendah.
  4. Mematikan alat-alat yang memancarkan atau menerima gelombang seperti telepon seluler, HT (Handy Talky), GPS atau radio. Gelombang yang dipancarkan peralatan ini bisa memancing petir untuk menyambar. Ponsel bisa dinyalakan asal dengan mode pesawat.
  5. Jika mendirikan tenda di tempat terbuka, pilih daerah lembah atau daerah rendah lainnya.
  6. Hindari aksesori berbahan logam. Jenis bahan ini adalah penghantar listrik sekaligus bisa menangkap kilat.
  7. Alasi tubuh dengan ransel, matras atau bahan anti konduktor lain. Hal ini untuk menghindari tubuh agar tidak bersentuhan langsung dengan tanah.

Salam,
Pendaki Selow

Sabtu, 22 April 2017

GUNUNG CIREMAI 3078 MDPL, PESONA KEINDAHAN PUNCAK TERTINGGI DI JAWA BARAT

Hai sobat pendaki balik lagi nih bareng kami Pendaki Selow ...
Kali ini kami mau menceritakan pengalaman kami mendaki Gunung Ciremai, Jawa Barat.


Gunung Ciremai dilihat dari Pos Pendaftaran

Jumat, 24 Maret 2017
Untuk mempersingkat waktu sengaja kami menyewa travel untuk menuju daerah Kuningan dikarenakan libur panjang takut macet dijalan dan estimasi waktu kami terlewat apabila kami menaiki angkutan umum.

Sabtu, 25 Maret 2017
Pagi hari sekitar pkl.02.30 wib kami sudah tiba di Pos pendakian Gunung Ciremai didaerah Linggarjati, Kuningan Jawa Barat. Sambil menunggu pos pendaftaran dibuka kami mencari sarapan dan bersih-bersih terlebih dahulu. Pos pendaftaran dibuka pkl.05.00 wib, kami bergegas laporan simaksi supaya cepat dan juga dapat melanjutkan perjalanan dipagi hari karena suasananya yang segar dan masih bersemangat.

Pos Pendaftaran Linggarjati (650 mdpl)
Setelah selesai melakukan pendaftaran dan simaksi maka kami langsung bergegas menuju Pos 1, jaraknya lumayan jauh tapi treknya bisa dilalui kendaraan bermotor karena sudah beraspal, kalau mau naik ojek sudah tersedia dengan tarif Rp.25.000,-

Pos 1 Cibunar (750 mdpl)
Pkl.07.00 wib kami tiba di Pos 1, jarak dari Pos Pendaftaran Linggarjati ke Pos 1 lumayan jauh juga dengan trek yang beraspal, mobil travel kami tidak kuat nanjak sehingga kami harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Di Pos 1 ini seperti biasa kami mengisi perbekalan air semaksimal mungkin karena bagi para sobat semua yang ingin menggunakan jalur pendakian ini selama perjalanan sampai puncak tidak ada mata air sama sekali jadi harus ekstra irit dengan air ya, hehehe ...

Pos 2 Leuwing Datar (1225 mdpl)
Pkl.08.30 wib kami sudah tiba di Pos 2, lalu kami melanjutkan perjalanan karena pos ini merupakan hanya tanah lapang biasa.

Pos 3 Kondang Amis (1225 mdpl)
Pkl.09.00 wib kami sudah tiba di Pos 3, disini kami beristirahat sejenak karena ada beberapa tempat duduk yang terbuat dari kayu dan juga shelternya jadi lumayan deh buat beristirahat.


Kondang Amis

Pos 4 Pangalap (1325 mdpl)
Pkl.09.30 wib kami tiba di Pos 4, setelah beristirahat sejenak kami lalu melanjutkan perjalanan menuju Pos 5.


Pangalap

Pos 5 Kuburan Kuda (1450 mdpl)
Pkl.10.39 wib kami tiba di Pos 5, disini pos nya hanya berupa tanah lapang tapi lumayan luas bisa untuk mendirikan beberapa tenda apabila ingin berkemah disini.


Santai sejenak di Pos 5

Pos 6 Pamerangan (1650 mdpl)
Pkl.12.36 wib kami tiba di Pos 6, disini juga merupakan tanah lapang dan ada potongan kayu besar yang bisa digunakan untuk beristirahat dan bersantai sejenak, hehehe ...
Karena sudah waktunya makan siang maka kami putuskan untuk memasak makanan terlebih dahulu sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan, karena dari sinilah perjalanan pendakian Gunung Ciremai yang sesungguhnya dimulai.

Pos 7 Tanjakan Bingbin
Pkl.12.55 kami sampai di Pos 7, jalur trek sudah mulai menanjak dan tidak ada bonus sama sekali, sepanjang jalur menanjak banyak sekali ditumbuhi akar pepohonan yang membuat jalur menjadi licin, jadi mesti hati-hati yaa ...

Pos 8 Tanjakan Seruni (1650 mdpl)
Pkl.13.20 kami tiba di Pos 8, kami memutuskan untuk beristirahat sejenak karena perjalanan selanjutnya hanya berupa tanjakan dan tidak berbonus. Jarak antara Pos 8 dengan Pos 9 lumayan jauh dengan jalur yang menanjak.

Pos 9 Bapak Tere (2025 mdpl)
Pkl.15.45 wib kami akhirnya tiba di Pos 9, dihadapan kami sudah terpampang jelas jalur pendakian yang hanya menanjak dengan bergelantungan menggunakan tali dan berpegangan pada akar pohon, butuh tenaga ekstra nih ...


Bapa Tere

Pos 10 Batu Lingga (2200 mdpl)
Pkl.16.30 wib kami tiba di Pos 10 dengan tenaga yang sudah mulai terkuras, berhubung hari sudah mulai sore dan juga sudah mulai turun hujan maka kami memutuskan untuk mendirikan tenda disini, tempatnya lumayan juga untuk mendirikan beberapa tenda. Akhirnya setelah selesai mendirikan tenda dan makan malam kami lanjut beristirahat untuk memulihkan tenaga untuk
perjalanan selanjutnya.

Minggu, 26 Maret 2017
Pagi harinya pkl.06.30 wib kami melanjutkan perjalanan menuju puncak dengan membawa bekal makanan dan air secukupnya, sisanya kami tinggal ditenda.

Pos 11 Sangga Buana I
Pkl.08.00 wib kami tiba di Pos 11 tanpa istirahat kami lalu melanjutkan perjalanan kembali.

Pos 12 Sangga Buana II (2500 mdpl)
Pkl.08.30 wib kami tiba di Pos 12 karena jaraknya yang berdekatan dari Pos 11, kami beristirahat sejenak karena tempatnya yang lumayan enak dan adem karena ditumbuhi pohon yang rindang.

Pos 13 Pangasinan (2800 mdpl)
Pkl.10.00 Kami tiba di Pos 13, sekali lagi kami istirahat karena jalur yang kami lewati sudah mulai menanjak dan ini merupakan pos terakhir untuk sampai menuju puncak. Jalur dari pos ini
menuju puncak sangatlah ekstrim dengan jalur menanjak dan berbatuan karena merupakan jalur aliran air dan kawah dari puncak gunung.


Jalur dari Pos 13 menuju Puncak

Pkl.11.30 wib kami tiba dipuncak Gunung Ciremai, sungguh sangat melelahkan sekali dan butuh perjuangan karena jalurnya yang ekstrim. Setelah berfoto ria seperti biasa kami memutuskan untuk bergegas turun ke tenda dan juga packing barang kembali dan bergegas untuk turun kebawah agar tidak kemalaman sampai di basecamp.


Hamparan Edelweiss di Puncak Ciremai


Top on Ciremai 3078 mdpl


Kawah Puncak Ciremai

Bagi para pemula yang ingin melewat jalur pendakian ini diharapkan untuk latihan seminggu sebelumnya dengan berolahraga karena dijalur ini butuh perjuangan yang sangat ekstra, hehehe ...
Dan juga harus irit dengan air ya karena selama di jalur pendakian tidak ditemukan mata air sedikit pun hingga sampai di puncak.


Salam,

Pendaki Selow


Estimasi Biaya :
Bus dari Terminal Lebak Bulus - Linggarjati : Rp.75.000,-
Angkot dari Linggarjati - Pos Pendakian : Rp.5.000,-
Simaksi : Rp.50.000,- (sudah termasuk asuransi, sertifikat dan kupon makan Rp.8.000,-)


KEINDAHAN CIKURAY, TREK YANG TIDAK BERBONUS



Pos Masuk Pendaftaran

Hai sobat pendaki, balik lagi nih bareng Pendaki Selow ...
Kali ini kami mau menceritakan tentang pengalaman mendaki Gunung Cikuray, Jawa Barat.

Jumat, 30 Desember 2016
Awal keberangkatan kami dari terminal Kampung Rambutan sekitar pkl.21.30 wib, karena saat itu pas momen liburan panjang tahun baru jadi kita harus memutar arah lewat Jonggol, Cileungsi dikarenakan kepadatan di tol Cipularang.
Pagi hari sekitar pkl.04.30 wib kami sudah tiba di Terminal Guntur, Garut. Setelah bersih-bersih dan mencari sarapan perjalanan kami lanjutkan menggunakan mobil losbak menuju Pos Pemancar Gunung Cikuray. Pkl.07.00 wib kami sudah tiba di Pos Pemancar. Setelah melakukan simaksi dan laporan lain-lain kami mulai melanjutkan perjalanan melalui Pos Pemancar.

Sabtu, 31 Desember 2016
Dijalur pendakian melalui Pos Pemancar ada banyak pos-pos yang harus kita lalui sebelum sampai di Pos Bayangan.
Jarak antar pos pun saling berdekatan kira-kira bisa kita tempuh jarak antar pos selama kurang lebih 1 - 2 jam, tapi jangan harap seperti dijalur pendakian gunung-gunung lainnya yang tiap pos disediakan shelter untuk beristirahat, dijalur pendakian Gunung Cikuray ini pos nya hanya berupa tanah lapang yang tidak terlalu luas hanya muat untuk sekitar 2 atau 3 tenda saja apabila kita harus memutuskan untuk mendirikan tenda.


Jalur pendakian dari Pos 4 menuju Pos 5

Perjalanan dari Pos 1 hingga Pos 4 terasa biasa saja bagi kami yang baru mendaki awal nih, hehehe ... Baru kemudian perjalanan yang sesungguhnya dari Pos 4 hingga Pos 6 amat sangat melelahkan karena jalan yang sudah mulai menanjak dan tidak ada bonusnya sama sekali, jadi harus banyak-banyakin istirahat saja dan jangan terlalu boros sama air minum yang kita bawa dari bawah karena selama perjalanan di jalur kita tidak akan pernah menjumpai mata air hingga mencapai puncak.
Berhubung hari sudah menjelang sore sekitar pkl.16.00 wib dan juga langit sudah terlihat mendung maka kami memutuskan untuk mendirikan tenda di Pos 6 (Puncak Bayangan) karena kondisi badan yang sudah mulai lelah dan udara juga sudah mulai dingin. Betul saja setelah kami mendirikan tenda tidak lama hujan turun hingga larut malam. Suasana tengah malam selepas hujan sangat ramai sekali karena momennya pas tahun baru, jadi saat itu kami bisa melihat kembang api dari kota Garut dengan jelas karena kami sudah berada lumayan tinggi dikaki Gunung Cikuray.

Minggu, 01 Januari 2017
Pagi harinya sekitar pkl.07.00 wib setelah selesai sarapan kami melanjutakan perjalanan menuju puncak dengan hanya berbekal minum dan cemilan saja, semua perlengkapan kami tinggal di tenda saja.
Pkl.09.00 wib kami sampai di Pos 7, ini merupakan pos terakhir sebelum sampai puncak, hehehe ....
Pkl.10.30 wib kami sudah sampai di Puncak Cikuray, memang indah sekali pemandangan disana apalagi kalau kita naiknya pagi jadi bisa melihat sunset dipuncak bak berada diatas awan.


Top on Cikuray


Top on Cikuray

Setelah puas berfoto ria buat dokumentasi kami kemudian turun ke pos tempat kami mendirikan tenda untuk kemudian membuat makan siang dan beristirahat sejenak sebelum akhirnya kami bergegas turun kebawah agar tidak kemalaman mencapai terminal Guntur.
Sungguh pendakian Cikuray yang menguras tenaga tapi kami merasa puas karena keindahan alamnya yang mempesona ...


Negeri diatas awan

Oh iya ada satu info nih bahwa di Pos 6 sekarang sudah ada penjual air minum satu botol air mineral 1,5 ltr dihargai Rp.3000,- lumayan kan daripada kita harus bawa air berbotol-botol dari bawah, hehehee ... dan juga untuk sampah bisa kita tinggal di Pos 6 karena memang sudah ada yang mengurusinya.

Salam,

Pendaki Selow

Estimasi biaya :

Bus dari Terminal Lb.Bulus - Guntur : Rp.55.000,-
Mobil Losbak dari Terminal Guntur - Pos Pemancar : Rp.25.000,- (per orang)
Simaksi : Rp.25.000,-


Sabtu, 28 Januari 2017

WISATA AIR TERJUN TOROAN, AIR TERJUN PINGGIR LAUT MADURA

Air terjun Toroan biasa masyarakat sekitar menyebutnya ini tidak hanya memiliki keindahan dan kealamian yang masih terjaga. Sama seperti beberapa kawasan objek wisata yang ada di Pulau Madura lainnya, air terjun Toroan masih sangat alami dan sederhana. Nampaknya pemerintah setempat belum berminat untuk mengembangkan objek wisata ini secara serius dan profesional.



Namun, anda tidak perlu merasa khawatir akan kecewa dengan pemandangan yang ada disana. Disekitar air terjun Toroan ini ditumbuhi banyak sekali pepohonan sehingga siklus udara begitu sejuk dan sangat rindang. Jika biasanya air terjun hanya ada di kawasan pegunungan atau perbukitan maka lain halnya dengan air terjun Toroan ini. Tidak ada gunung maupun bukit disekitar air terjun dan yang semakin membuat takjub adalah air terjun Toroan berhadapan langsung dengan laut lepas karena letaknya yang berada di pesisir pantai.

Tempat ini juga sangat bagus untuk dijadikan spot fotografi ataupun lokasi pre wedding untuk sepasang kekasih yang akan melakukan persiapan resepsi tentunya dengan didukung oleh para ahli fotografi yang cukup handal.



Aliran air yang berasal dari ketinggian 20 meter ini langsung mengalir menuju muara laut, ditambah dengan sempurnanya pemandangan serta bebatuan yang berada di kawasan bawah air terjun. Bagi anda yang bisa berenang silahkan mencoba sensasi berenang di bawah air terjun yang cukup dalam sekitar 2 meter. Namun sayangnya masih belum ada kamar mandi umum, tempat ruang ganti pakaian atau fasilitas umum lainnya.

Biasanya menikmati sunset di dekat air terjun sambil mendengar deburan ombak di laut bukan hal yang tidak mungkin. Dengan datang ke objek wisata air terjun Toroan ini hal itu semua bisa anda dapatkan dengan mudah. Dan pesan dari kami adalah untuk ikut menjaga kebersihan dengan minimal membuat sampah pada tempatnya serta tidak merusak ekosistem yang sudah ada.




#pendakiselow
#pesonaindonesia

Sumber : www.pulaumadura.com

Sabtu, 17 Desember 2016

EKSOTISME CURUG SERIBU DIKAKI GUNUNG SALAH ENDAH




Para sobat pendaki pasti tidak terlalu asing dengan nama curug, karena di Indonesia terdapat berbagai curug atau air terjun.
Tapi, para sobat pendaki pernah belum untuk datang ke curug tertinggi di Jawa Barat?, bila belum cobalah untuk datang dan menikmati keindahan curug seribu di gunung bunder. Lokasi curug seribu berada di daerah kawasan wisata Gunung Salak Endah, tepatnya di Wana Wisata Gunung Bunder, Pamijahan, yang masih berada di wilayah Kabupaten Bogor.
Para sobat pendaki tau kan kalau curug seribu ini merupakan curug yang tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian sekitar 1050 meter dari permukaan laut.
Air terjun ini menyajikan pemandangan yang begitu memukau dan suara gemuruh air terjun ini bisa terdengar dari jarak yang cukup jauh karena selain tinggi, debit air yang jatuh bebas dari air terjun ini juga banyak.
Para sobat pendaki yang sedang berlibur ke Bogor jangan lupa untuk mampir ke Wisata Gunung Bunder ini ya. Ketika sampai di kota Bogor, langsung saja pilih arah IPB. Tak lama setelah itu, akan menemukan sebuah jalan menuju ke Gunung Bunder melewati Cikampak dengan jalur yang sedikit sulit, atau alternatif lain melewati Cibatok yang relatif lebih aman untuk kendaraan roda empat. Para sobat pendaki akan melalui desa-desa yang penduduknya cukup banyak, dan sepanjang jalan di desa ini akan menemukan pemandangan yg asri seperti, sawah, pegunungan, sungai, dll. Para sobat pendaki dapat memasuki gunung bunder melalui pintu masuk depan maupun pintu masuk belakang tergantung rute desa yang dilalui.



Untuk tiket masuknya juga tidak terlalu mahal. Di pintu gerbang itu pun akan disuguhi oleh pemandangan eksotik hutan-hutan pinus dengan udara yang sejuk segar dan fresh.
Untuk yang ingin ke curug seribu, butuh tenaga ekstra untuk sampai ke curugnya. Lokasi yang cukup terpencil dan terletak didalam lembah dalam diantara dua punggungan bukit. Dari tempat parkir lumayan jauhnya perjalanan di jalan setapak. Para sobat pendaki harus berjalan kaki sekitar 3 km dari tempat parkir menuruni lembah yg cukup curam dengan step langkah yg cukup tinggi, dan jalan dibebatuan dengan trapnya yang tinggi, lumayan juga untuk menguras tenaga.
Jadi yang ingin pergi ke curug seribu ini disarankan untuk pergi bersama-sama dan jangan lupa membawa fasilitas pendakian yg cukup seperti sepatu gunung, ransel, obat2an, air mineral, dll. Tapi jangan khawatir, karena setelah sampai di curug seribu, kalian akan disuguhi pemandangan yang super cantik.
Dengan air terjun besar dan tinggi serta dialiri oleh sungai yang besar dan jernih banget, serta suasana yang masih asri tidak ada polusi.
Para sobat pendaki juga akan menemui banyak monyet hutan selama dalam perjalanan. Para sobat pendaki juga bisa berkemah disini, karena terdapat fasilitas camping ground dan juga tersedia fasilitas outbound selain itu juga bisa menikmati fasilitas rute treking dan hiking yang bisa ditelusuri untuk menuju berbagai air terjun di kawasan ini.
Karena selain Curug Seribu, terdapat juga curug lain seperti Curug Cadas, Curug Cihurang, Curug Ngumpet, Curug Cigamea dan Curug Pangeran.

Tiket masuk Gerbang Utama : Rp.20.000,-
Tiket masuk Curug Seribu : Rp.10.000,-
Parkir : Rp.10.000,-

Sumber : www.telusurindonesia.com

Selasa, 22 November 2016

TUGU NOL KILOMETER SABANG, BERPETUALANG DARI TITIK PALING BARAT INDONESIA




Hai sahabat pendaki sudah tahu kan apa itu Tugu Nol Kilometer ?
Dikutip dari laman detik.travel.com Tugu Nol Kilometer yang menjadi titik paling barat di Indonesia ini berada di Sabang. Melintasi tugu ini, traveler akan mendapat sertifikat sebagai Pelintas Ujung Barat Indonesia.

Sabang berada di Pulau Weh sebagai pulau utama. Selain itu ada Pulau Klah, Seulako, Rubiah dan Rondo. Kecantikan Sabang sudah tidak diragukan lagi, Pulau Weh dan Pulau Rubiah jadi bukti otentiknya.

Dihimpun dari berbagai sumber, di Sabang, Tugu Nol Kilometer menjadi destinasi yang sering diburu wisatawan. Tugu Nol Kilometer sendiri diresmikan pada tahun 1997 oleh Wakil Presiden Republik Indonesia waktu itu, Bapak Try Sutrisno.



Tugu Nol Kilometer Indonesia adalah tugu setinggi 43,6 meter dengan letak geografis yang berada pada Garis Lintang 05° 54' 21.42" LU dan Garis Bujur 95° 13' 00.50" BT. Penentuan posisi geografis ini diukur oleh pakar BPP Teknologi dengan menerapkan teknologi satelit Global Positioning System (GPS).Selain bisa berfoto di depannya, traveler juga bisa mendapatkan sebuah sertifikat bernama Sertifikat 0 Km Indonesia. Sertifikat ini bisa jadi bukti bahwa Anda pernah berkunjung ke Indonesia paling barat.

Tinggal menyebutkan nama lengkap, serta membayar biaya administrasi yang sangat terjangkau, sertifikat akan langsung dicetak saat itu juga. Sertifikat ini lengkap dengan nomer pengunjung ke berapa serta stempel dan tanda tangan asli pejabat yang berwenang. Jika tertarik berkunjung ke Tugu 0 Km, langsung saja meluncur ke Sabang. Dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, traveler menyeberang saja menggunakan Kapal Express Rondo selama 45 menit sampai ke Pelabuhan Balohan, Sabang.



Sesampainya di Sabang, untuk menuju ke Tugu Nol Kilometer, perjalanan akan dilanjutkan selama kurang lebih satu jam hingga satu setengah jam perjalanan. Meski perjalanan cukup lama, namun semua akan terbayar tuntas dengan pemandangan yang luar biasa indah.Wajib rasanya jika liburan ke Sabang, mampir ke Tugu Nol Kilometer ini. Jangan lupa untuk mencetak sertifikat sebagai kenang-kenangan bahwa Anda sudah pernah berkunjung ke Titik 0 Km Indonesia!

Informasi wisata soal Sabang makin mudah diperoleh secara online dengan jaringan internet yang kuat di sana. Ayo ikuti Ekspedisi Langit Nusantara dan jadilah saksi keindahan Bumi Indonesia!


Sumber : www.travel.detik.com

Senin, 21 November 2016

BOROBUDUR, EKSOTISME CANDI PENINGGALAN SEJARAH




Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.



Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah objek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Terletak sekitar 40 kilometer (25 mi) barat laut dari Kota Yogyakarta, Borobudur terletak di atas bukit pada dataran yang dikeliling dua pasang gunung kembar; Gunung Sundoro-Sumbing di sebelah barat laut dan Merbabu-Merapi di sebelah timur laut, di sebelah utaranya terdapat bukit Tidar, lebih dekat di sebelah selatan terdapat jajaran perbukitan Menoreh, serta candi ini terletak dekat pertemuan dua sungai yaitu Sungai Progo dan Sungai Elo di sebelah timur. Menurut legenda Jawa, daerah yang dikenal sebagai dataran Kedu adalah tempat yang dianggap suci dalam kepercayaan Jawa dan disanjung sebagai 'Taman pulau Jawa' karena keindahan alam dan kesuburan tanahnya.

Sumber : www.wikipedia.org

TANJUNG BIRA, EKSOTISME PANTAI DI SELATAN SULAWESI




Pantai Tanjung Bira merupakan pantai berpasir putih yang sangat terkenal di Provinsi Sulawesi Selatan. Pantai dengan keindahan serta kenyamanannya membuat pantai ini terlihat bersih, rapi dan mempunyai air yang jernih. Karena keindahan dan kenyamanannya tersebut, Tanjung Bira terkenal di mancanegara. Banyak wisatawan asing dari berbagai negara sudah menyambangi objek wisata ini untuk mengisi acara liburan mereka.

Objek Wisata
Tanjung BiraKeindahan Pantai Tanjung Bira tidak diragukan lagi, di dalam kawasan pantai terlihat sangat bersih dan rapi serta tertata cukup baik. Pasir pantainya yang berbeda dari pasir pantai lainnya membuat Tanjung Bira sangat nyaman. Tekstur pasir yang lembut merupakan ciri dari Pantai Tanjung Bira. Pesona pantai dengan panorama alam pesisir pantai tropis yang terletak di ujung selatan Pulau Sulawesi. Pantai yang membujur dari sisi utara hingga selatan ini tampak sangat memukau siapa saja yang datang berkunjung. Jajaran pohon kelapa serta bukit karang yang tampak kokoh menjadikan pantai ini terlihat nyaman.

Beningnya Air Tanjung Bira
Di kawasan pantai Sulawesi ini, para wisatawan dapat menghabiskan waktu liburnya dengan berenang, menyelam, snorkeling atau hanya sekedar berjemur menikmati segarnya angin yang berhembus. Pada saat pagi atau menjelang malam, wisatawan juga dapat melihat pesona matahari terbit dan terbenam dalam satu lokasi. Sebatas mata memandang ke laut lepas, wisatawan juga dapat menikmati keindahan Pulau Liukang dan Pulau Kambing.



Lokasi
Terletak di ujung selatan Pulau Sulawesi, tepatnya berada di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Akses
Pantai Tanjung Bira berjarak kurang lebih 40 Kilometer dari Bulukumba, atau sekitar 200 Kilometer dari Makassar. Perjalanan dari Makassar ke Bulukumba dapat ditempuh dengan transportasi umum seperti mobil pribadi yang digunakan untuk angkutan umum dengan biaya sekitar Rp. 35.000,-/orang. Setelah sampai di Bulukumba, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Tanjung Bira dengan menggunakan angkutan umum seperti mikrolet (pete-pete) dengan biaya sekitar Rp. 10.000,-/orang. Waktu yang ditempuh dari Makassar sampai ke Tanjung Bira sekitar 4 jam lamanya.
Jika Wisatawan dari Bandara Hasanuddin, dapat menggunakan transportasi umum seperti taksi langsung menuju ke Terminal Malengkeri dengan biaya sekitar Rp. 40.000,-. Sesampainya di terminal, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan bus tujuan Bulukumba atau langsung Tanjung Bira. Di Tanjung Bira, transportasi umum hanya beroperasi sampai sore hari, jadi persiapkan waktu Anda dengan matang.



Harga Tiket
Biaya tiket masuk di kawasan Pantai Tanjung Bira sekitar Rp. 10.000,-
Fasilitas dan Akomodasi
Fasilitas serta akomodasi di Tanjung Bira sangatlah lengkap, seperti tempat persewaan perlengkapan menyelam, kamar mandi yang nyaman, persewaan motor, dan pelabuhan kapal ferry yang digunakan untuk mengantar para wisatawan yang ingin menyelam di Pulau Selayar. Untuk akomodasi penginapan tersedia villa, bungalow, dan hotel dengan tarif yang relatif murah yang didukung dengan rumah makan ataupun restoran.

Sumber : http://www.gocelebes.com/pantai-tanjung-bira/

#pendakiselow
#pesonaindonesia

MENELUSURI PENINGGALAN SEJARAH BAPAK PROKLAMATOR DI MUSEUM SOEKARNO, BLITAR




Diresmikan 3 Juli 2004 oleh Presiden Megawati Soekarno Putri, yang dimaksudkan agar ide, gagasan konsep, dan pemikiran Bung Karno yang merupakan kekayaan intelektual menjadi aset negara yang disejajarkan dengan pemikiran ahli & ideologi yang berkembang di dunia sehingga bisa dipahami segala lapisan masyarakat untuk melanjutkan perjuangan bangsa dalam mewujudkan cita – cita.
Perpustakaan ini terletak tepat sebelah selatan Makam Bung Karno, di Jalan Kalasan Kelurahan Bendogerit.



Perpustakaan bertaraf internasional ini termasuk di Kompleks Makam Bung Karno sebelah selatan berdampingan dengan Museum. Di samping bangunan perpustakaan, diisi juga dengan 2 karya seni yang berupa Patung Bung Karno serta dinding relief berisi perjalanan hidup Bung Karno dari masa muda, masa perjuangan diplomatis serta masa tuanya yang membentang di tepi kolam dari perpustakaan ke arah makam. Di Museum terdapat foto – foto dokumen perjuangan Bung Karno dan ada satu lukisan Bung Karno yang cukup berkesan, yaitu tepat di jantung lukisan Bung Karno tersebut dapat berdetak seperti hidup. Keberadaan Perpustakaan dan Museum Bung Karno menjadi ikon dan berfungsi mewujudkan “ Nation and Character Building Indonesia “ dengan konstribusi berupa “Wisdom of Past” yang digali dari gagasan Bung Karno.Awalnya, lokasi Museum Bung Karno adalah komplek perumahan yang menjadi tempat tinggalnya. Begitu Bung Karno meninggal, beliau dimakamkan di kompleks tersebut pada 21 Juni 1970. Banyak orang-orang yang berziarah ke makam beliau sehingga komplek perumahan di Blitar ini kian ramai dan seperti menjadi objek wisata ziarah. Karena itu, Pemerintah Kota Blitar pun berinisiatif untuk memugar komplaks Istana Gebang, rumah masa kecil Presiden Bung Karno, menjadi bangunan museum yang sekarang berdiri, Museum Bung Karno.



Di dalam museum itu, terpajang benda-benda dan peninggalan yang berkaitan dengan kehidupan Bung Karno sejak masa kecil sampai akhir hayatnya. Di sana juga ada lukisan Bung Karno yang terkenal dengan sebuah misteri. Ssst, lukisan tersebut berdenyut tepat di bagian jantungnya. Lukisan Bung Karno berukuran 150 cm x 175 cm dibuat oleh IB Said tahun 2001 dan dihibahkan sendiri oleh sang pelukis ke museum. Lukisan ini terkesan biasa-biasa saja. Hanya saja, tepat pada bagian jantung lukisan Bung Karno ini bergerak atau berdenyut dengan sendirinya. Seolah-olah, Bung Karno masih hidup. Kalau kamu penasaran, kamu bisa lihat sendiri di museum itu. Selain museum, juga ada perpustakaan. Berbagai buku dan jurnal yang mengandung ilmu pengetahuan tersimpan rapih di dalamnya. Pemerintah setempat berharap, adanya museum dan perpustakaan itu bisa melengkapi paket wisata yang ada di Kota Blitar, selain makam Bung Karno di Bendogerit. Wisata tentang seni budaya juga bisa kita lihat. Di areal Istana Gebang ini, setiap tanggal 6 Juni diselenggarakan haul dan berbagai macam kesenian yang selalu didatangi banyak pengunjung. Salah satu acara tahunan yang digelar Pemkot Blitar itu adalah Grebeg Pancasila. Keluarga Soekarno juga masih sering berkumpul di istana ini.

Sumber : www.id.blitarpedia.wikia.com

MUSEUM FATAHILLAH, MENIKAMTI KEINDAHAN SEJARAH KOTA JAKARTA




Menyandang status sebagai pusat kota dan pemerintahan, tidak heran jika Jakarta “kaya” akan bangunan-bangunan bersejarah. Nah, sekali waktu, Anda bisa mempelajari sejarah Jakarta dengan mengunjungi aneka macam museum di Jakarta.

Museum Fatahillah yang terletak di kawasan Kota Tua Jakarta, tempat wisata di Jakarta yang satu ini adalah tempat terbaik untuk mengeksplorasi banyak hal terkait sejarah Kota Jakarta. Museum Fatahillah memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.

Gedung ini dahulu merupakan Balai Kota Batavia VOC (bahasa Belanda: Stadhuis van Batavia) yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan van Hoorn. Bangunan itu menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.



Objek-objek yang dapat ditemui di museum ini antara lain perjalanan sejarah Jakarta, replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian arkeologi di Jakarta, mebel antik mulai dari abad ke-17 sampai 19, yang merupakan perpaduan dari gaya Eropa, Republik Rakyat Tiongkok, dan Indonesia. Juga ada keramik, gerabah, dan batu prasasti. Koleksi-koleksi ini terdapat di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang Batavia.



Terdapat juga berbagai koleksi tentang kebudayaan Betawi, numismatik, dan becak. Bahkan kini juga diletakkan patung Dewa Hermes (menurut mitologi Yunani, merupakan dewa keberuntungan dan perlindungan bagi kaum pedagang) yang tadinya terletak di perempatan Harmoni dan meriam Si Jagur yang dianggap mempunyai kekuatan magis. Selain itu, di Museum Fatahillah juga terdapat bekas penjara bawah tanah yang dulu sempat digunakan pada zaman penjajahan Belanda.

Sumber : www.anekatempatwisata.com, www.wikipedia.org


#pendakiselow
#pesonaindonesia

MENIKMATI INDAHNYA PANTAI PINK DI NEGERI MATARAM



Pantai Pink

Pantai Pink Lombok merupakan salah satu destinasi wisata di Lombok timur yang makin populer karena memiliki keindahan alam dan keunikan pasirnya yang berwarna merah muda. Nama sebenarnya adalah Pantai Tangsi dengan panjang sekitar 1,5 Km dengan luas bibir pantai 6 meter di kelilingi perbukitan yang membentuk teluk-teluk kecil dan di lautnya terdapat beberapa pulau-pulau kecil yang di sebut gili.

Wisatwan yang berkunjung ke kawasan ini dapat mengunjungi beberapa pantai berbeda yang memiliki warna pasir pink dan pulau-pulau kecilnya. Warna pink ini berasal dari karang merah yang mati dan lebur, tercampur dengan pasir putih yang lembut sehingga terlihat berwarna pink.

Lokasi Pantai Pink Lombok

Lokasi Pantai Pink berada di pesisir bagian timur Pulau Lombok, tepatnya di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

5 Tempat Wisata Di Pantai Pink Lombok
Ada banyak tempat yang bisa Anda kunjungi jika memilih jalur laut dari Tanjung Luar seperti:

1. Pulau Pasir


Pulau Pasir

Pulau Pasir, pulau ini muncul ketika air surut, jika angin datang dari arah barat daya maka kemunculannya mulai pada pagi hari, sedangkan pada musim angin selatan muncul pada sore hari, di saat sperti ini maka pulau pasir menjadi destinasi terahir setelah Anda balik dari pantai pink.

Tidak ada kehidupan di pulau kecil ini yang ada hanya hamparan pasir putih berbentuk merica kecil seperti pasir di Pantai Tanjung Aan.  Anda akan melihat begitu banyak bintang laut dengan bermacam-macam warna dan tidak jauh dari tempat ini terdapat Gili Marengkeq  yang penghuninya adalah masyarkat Bajo, bila sempat mampir Anda dapat melihat bagaimana kehidupan masyarkat nelayan yang terkenal itu dan mereka juga memiliki kerajinan tenun yang dapat di jadikan oleh-oleh.

Ada pemandangan yang tidak biasa dan cukup unik dari  tiga pulau di dekat Pulau Pasir yaitu Gili Marengkek, Gili Kambing dan satu gili kecil lainnya. Di saat air surut akan terbnetuk jalan pasir yang menghubungkan tiga pulau tersebut. Masyarakat sekitar menggunakan jalan tersebut sebagai akses ke pulau lainnya.

2. Pantai Pink  Lombok 2


Pantai Pink 2

Sesampai disana, begitu Anda turun dari boat Anda pasti akan merasakan hal yang tidak biasa, pasirnya begitu lembut seperti berdiri di atas tepung dan tentu juga warnanya. Tidak ada masyarakat yang tingggal di pesisir pantai ini yang ada hamparan lembah hijau dan diapait oleh perbukitan.


3. Gili Petelu


Gili Petelu

Gili Petelu, sesuai dengan namanya terdapat 3 gili kecil berbnetuk perbukitan yang pantainya saling menyambung. Keunikan lainnya dari tempat ini terdapat dua bibir pantai yang berbeda yang terpisah oleh pasir putih sekitar 2 meter lebarnya.

Tempat ini adalah spot untuk snorkeling, airnya berwarna bening kehijauan sehingga dasarnya pun bisa terlihat. di dasar laut Anda akan melihat keindahan kuasa sang pecipta yang begitu luar biasa, ada ratusan jenis ikan dengan beragam warna, salah satunya ikan Nemo beragam warna dan karang biru yang diketahui hanya hidup di 2 tempat di dunia, di perairan Caribbean dan di Lombok.

Sedangkan bagian lain lautnya yang terpisah oleh pantai, adalah point untuk Anda bisa melihat dekat ikan hiu, kapten boat akan memandu Anda untuk melihat langsung sang predator laut, tapi hiu disini tidak berbahaya dan ukuran paling besar yang pernah kami lihat dengan panjang sekitar 1 meter.

Tips: Jangan lupa membawa roti agar Anda berenag selalu di kelilingi ikan. Untuk tetap menjaga kelestarian ikan dan karang, usahakan agar Anda tidak menginjak karang-karang besar, yang kebanyakan orang awam menjadikannya pijakan.

4. Pantai Pink Lombok 1


Pantai Pink 1

Pantai ini lah yang pertama kali ditemukan dan di explore untuk wisata di kawasan ini, sesampai di lokasi ini Anda akan melihat pasirnya lebih pink dari Pantai Pink 2, sedangkan kelembutan pasirnya terasa sama dengan pantai-pantai yg lain.

Di sekitar pantai ada banyak warung-warung kecil yang berjualan kelapa muda dan juga makanan ringan, berbeda dari tempat sebelumnya kawasan ini di huni oleh beberapa kepala keluarga dan pantai inilah yang di tuju oleh para penempuh jalur darat dan untuk menikmati suasana pantai kebanyakan dari mereka memilih untuk berenang dan juga bermain pasir sedangkan untuk melihat pemandangan pantai secara keseluruhan Anda bisa menaiki perbukitan yang tidak terlalu tinggi.

5. Pantai Semangkoq



Pantai Semangkoq

Berada di sebelah kanan Pantai Pink Lombok 2 merupakan destinasi berikutnya yang mesti Anda kunjungi, pantai ini di sebut dengan Pantai Semangkoq (mangkok) karena bibir pantainya yang begitu melekung. Tidak ada pilihan untuk dapat sampai ke pantai ini kecuali dengan perahu karena di apit oleh perbukitan yang cukup tinggi.

Tempat ini juga merupakan spot para pemancing karena terdapat karang yang berlubang dan di penuhi ikan yang dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai sumur ikan. Snorkeling bisa menjadi aktifitas pilihan Anda ditempat ini untuk lebih menikmati terumbu karangnya yang indah dan juga kehidupan bawah lautnya.

Rute Menuju Pantai Pink Lombok
Rute dari Senggigi atau Kota Mataram langsung menuju pantai:
1. Jl. Raya Mantang jarak tempuh 92,6 Km, estimasi waktu 2 jam 28 menit
2. Jl. Raya Bypass Bandara Internasional Lombok 98,7 Km, estimasi waktu 2 jam 28 menit

Rute dari Senggigi atau Mataram menuju pelabuhan Tanjung Luar:
1. Jl. Raden Puguh jarak tempuh 73,3 Km, estimasi waktu 1 jam 52 menit
2. Jl. Raya Bypass Bandara Internasional Lombok 79,4 Km, estimasi waktu 1 jam 52 menit
3. Jl. Raya Mantang 76,4 Km, estimasi waktu 2 jam 4 menit

Kami sangat merekomendasikan Anda memilih rute kedua menuju Pelabuhan Tanjung Luar, dari tempat ini menggunakan perahu karena lebih banyak tempat yang bisa Anda nikmati termasuk pulau-pulau kecil.

Sumber : www.dilombok.com


#pendakiselow
#pesonaindonesia

Sabtu, 19 November 2016

DANAU TAMAN HIDUP, DIBALIK KISAH KEINDAHAN GUNUNG ARGOPURO




Hai sobat pendaki siapa sih yang tak kenal dengan keindahan Danau Taman Hidup Argopuro? Yap kali ini kita mau membahas tentang keindahan danau ini seperti dilansir dari Tabloid Wisata danau ini merupakan sebuah danau yang terletak di Kota Probolinggo, Jawa Timur. Sesuai dengan namanya, danau ini terletak di kawasan pegunungan, tepatnya berada di lembah gunung Argopuro. Beberapa dari para pendaki mengakui bahwa jalur pendakian di Gunung Argopuro ini adalah yang paling ekstrim apabila dibandingkan dengan gunung - gunung lain di pulau Jawa. Bahkan untuk sampai ke puncak harus melalui jalan yang cukup panjang dan memakan waktu yang cukup lama. Wisata ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang suka hiking atau suka dengan hal - hal yang menantang.

Di tepian danau terdapat padang ilalang yang sangat luas. Ilalang inilah yang membuat danau terlihat cantik, sehingga sangat cocok untuk background fotografi. Selain diperbolehkan untuk mengambil gambar, wisatawan wisatawan juga diperbolehkan untuk mengambil air di dalam danau, yaitu dengan melalui sebuah dermaga tua yang sedikit rusak.



Para wisatawan juga dapat mendirikan tenda di tepi danau apabila ingin menginap. Dalam mendirikan tenda di tepi danau ini haruslah berhati - hati, karena banyaknya tikus yang berkeliaran di tengah malam. Tikus - tikus ini selalu mengincar makanan yang dibawa oleh wisatawan yang menginap di tepi danau pada malam hari. Apabila berencana berkunjung dan menginap di danau ini, sebaiknya beramai - ramai bersama kerabat. Berkunjung secara beramai - ramai akan menambah suasana semakin seru, terutama pada saat malam tiba. Rombongan wisatawan yang menginap umumnya melakukan bakar - bakar kayu sebagai penghangat suasana sambil menikmati kesunyian malam yang menenangkan.

Sumber : www.tabloidwisata.com

TAMAN NASIONAL BALURAN, KEINDAHAN "LITTLE AFRICA" DI TIMUR JAWA




Taman Nasional Baluran adalah salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi (sebelah utara), Jawa Timur, Indonesia. Nama dari Taman Nasional ini diambil dari nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu Gunung Baluran.

Taman Nasional Baluran atau yang juga disebut Little Africa in Java, terdapat beberapa destinasi alam yang bisa anda kunjungi. Dari luasnya padang Savana Bekol, sampai lebatnya hutan hijau Evergreen Forest, hingga keindahan bawah laut di Bama.



Selain itu juga ada beberapa destinasi lain seperti Gua Jepang, Curah Tangis, Sumur Tua, Manting, Dermaga, Kramat, Kajang, Balanan, Lempuyang, Talpat, Kacip, Bilik, Sejileh, Teluk Air Tawar, Batu Numpuk, Pandean atau Candi Bang yang bisa anda kunjungi.

Mengamati kehidupan hewan liar di Taman Nasional Baluran, juga merupakan sebuah pengalaman tersendiri. Selain keindahan alam beberapa destinasi yang sudah ada.



Sumber : www.balurannationalpark.web.id