CANDI BOROBUDUR

LABUAN BAJO

Senin, 21 November 2016

BOROBUDUR, EKSOTISME CANDI PENINGGALAN SEJARAH




Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.



Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah objek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Terletak sekitar 40 kilometer (25 mi) barat laut dari Kota Yogyakarta, Borobudur terletak di atas bukit pada dataran yang dikeliling dua pasang gunung kembar; Gunung Sundoro-Sumbing di sebelah barat laut dan Merbabu-Merapi di sebelah timur laut, di sebelah utaranya terdapat bukit Tidar, lebih dekat di sebelah selatan terdapat jajaran perbukitan Menoreh, serta candi ini terletak dekat pertemuan dua sungai yaitu Sungai Progo dan Sungai Elo di sebelah timur. Menurut legenda Jawa, daerah yang dikenal sebagai dataran Kedu adalah tempat yang dianggap suci dalam kepercayaan Jawa dan disanjung sebagai 'Taman pulau Jawa' karena keindahan alam dan kesuburan tanahnya.

Sumber : www.wikipedia.org

TANJUNG BIRA, EKSOTISME PANTAI DI SELATAN SULAWESI




Pantai Tanjung Bira merupakan pantai berpasir putih yang sangat terkenal di Provinsi Sulawesi Selatan. Pantai dengan keindahan serta kenyamanannya membuat pantai ini terlihat bersih, rapi dan mempunyai air yang jernih. Karena keindahan dan kenyamanannya tersebut, Tanjung Bira terkenal di mancanegara. Banyak wisatawan asing dari berbagai negara sudah menyambangi objek wisata ini untuk mengisi acara liburan mereka.

Objek Wisata
Tanjung BiraKeindahan Pantai Tanjung Bira tidak diragukan lagi, di dalam kawasan pantai terlihat sangat bersih dan rapi serta tertata cukup baik. Pasir pantainya yang berbeda dari pasir pantai lainnya membuat Tanjung Bira sangat nyaman. Tekstur pasir yang lembut merupakan ciri dari Pantai Tanjung Bira. Pesona pantai dengan panorama alam pesisir pantai tropis yang terletak di ujung selatan Pulau Sulawesi. Pantai yang membujur dari sisi utara hingga selatan ini tampak sangat memukau siapa saja yang datang berkunjung. Jajaran pohon kelapa serta bukit karang yang tampak kokoh menjadikan pantai ini terlihat nyaman.

Beningnya Air Tanjung Bira
Di kawasan pantai Sulawesi ini, para wisatawan dapat menghabiskan waktu liburnya dengan berenang, menyelam, snorkeling atau hanya sekedar berjemur menikmati segarnya angin yang berhembus. Pada saat pagi atau menjelang malam, wisatawan juga dapat melihat pesona matahari terbit dan terbenam dalam satu lokasi. Sebatas mata memandang ke laut lepas, wisatawan juga dapat menikmati keindahan Pulau Liukang dan Pulau Kambing.



Lokasi
Terletak di ujung selatan Pulau Sulawesi, tepatnya berada di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Akses
Pantai Tanjung Bira berjarak kurang lebih 40 Kilometer dari Bulukumba, atau sekitar 200 Kilometer dari Makassar. Perjalanan dari Makassar ke Bulukumba dapat ditempuh dengan transportasi umum seperti mobil pribadi yang digunakan untuk angkutan umum dengan biaya sekitar Rp. 35.000,-/orang. Setelah sampai di Bulukumba, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Tanjung Bira dengan menggunakan angkutan umum seperti mikrolet (pete-pete) dengan biaya sekitar Rp. 10.000,-/orang. Waktu yang ditempuh dari Makassar sampai ke Tanjung Bira sekitar 4 jam lamanya.
Jika Wisatawan dari Bandara Hasanuddin, dapat menggunakan transportasi umum seperti taksi langsung menuju ke Terminal Malengkeri dengan biaya sekitar Rp. 40.000,-. Sesampainya di terminal, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan bus tujuan Bulukumba atau langsung Tanjung Bira. Di Tanjung Bira, transportasi umum hanya beroperasi sampai sore hari, jadi persiapkan waktu Anda dengan matang.



Harga Tiket
Biaya tiket masuk di kawasan Pantai Tanjung Bira sekitar Rp. 10.000,-
Fasilitas dan Akomodasi
Fasilitas serta akomodasi di Tanjung Bira sangatlah lengkap, seperti tempat persewaan perlengkapan menyelam, kamar mandi yang nyaman, persewaan motor, dan pelabuhan kapal ferry yang digunakan untuk mengantar para wisatawan yang ingin menyelam di Pulau Selayar. Untuk akomodasi penginapan tersedia villa, bungalow, dan hotel dengan tarif yang relatif murah yang didukung dengan rumah makan ataupun restoran.

Sumber : http://www.gocelebes.com/pantai-tanjung-bira/

#pendakiselow
#pesonaindonesia

MENELUSURI PENINGGALAN SEJARAH BAPAK PROKLAMATOR DI MUSEUM SOEKARNO, BLITAR




Diresmikan 3 Juli 2004 oleh Presiden Megawati Soekarno Putri, yang dimaksudkan agar ide, gagasan konsep, dan pemikiran Bung Karno yang merupakan kekayaan intelektual menjadi aset negara yang disejajarkan dengan pemikiran ahli & ideologi yang berkembang di dunia sehingga bisa dipahami segala lapisan masyarakat untuk melanjutkan perjuangan bangsa dalam mewujudkan cita – cita.
Perpustakaan ini terletak tepat sebelah selatan Makam Bung Karno, di Jalan Kalasan Kelurahan Bendogerit.



Perpustakaan bertaraf internasional ini termasuk di Kompleks Makam Bung Karno sebelah selatan berdampingan dengan Museum. Di samping bangunan perpustakaan, diisi juga dengan 2 karya seni yang berupa Patung Bung Karno serta dinding relief berisi perjalanan hidup Bung Karno dari masa muda, masa perjuangan diplomatis serta masa tuanya yang membentang di tepi kolam dari perpustakaan ke arah makam. Di Museum terdapat foto – foto dokumen perjuangan Bung Karno dan ada satu lukisan Bung Karno yang cukup berkesan, yaitu tepat di jantung lukisan Bung Karno tersebut dapat berdetak seperti hidup. Keberadaan Perpustakaan dan Museum Bung Karno menjadi ikon dan berfungsi mewujudkan “ Nation and Character Building Indonesia “ dengan konstribusi berupa “Wisdom of Past” yang digali dari gagasan Bung Karno.Awalnya, lokasi Museum Bung Karno adalah komplek perumahan yang menjadi tempat tinggalnya. Begitu Bung Karno meninggal, beliau dimakamkan di kompleks tersebut pada 21 Juni 1970. Banyak orang-orang yang berziarah ke makam beliau sehingga komplek perumahan di Blitar ini kian ramai dan seperti menjadi objek wisata ziarah. Karena itu, Pemerintah Kota Blitar pun berinisiatif untuk memugar komplaks Istana Gebang, rumah masa kecil Presiden Bung Karno, menjadi bangunan museum yang sekarang berdiri, Museum Bung Karno.



Di dalam museum itu, terpajang benda-benda dan peninggalan yang berkaitan dengan kehidupan Bung Karno sejak masa kecil sampai akhir hayatnya. Di sana juga ada lukisan Bung Karno yang terkenal dengan sebuah misteri. Ssst, lukisan tersebut berdenyut tepat di bagian jantungnya. Lukisan Bung Karno berukuran 150 cm x 175 cm dibuat oleh IB Said tahun 2001 dan dihibahkan sendiri oleh sang pelukis ke museum. Lukisan ini terkesan biasa-biasa saja. Hanya saja, tepat pada bagian jantung lukisan Bung Karno ini bergerak atau berdenyut dengan sendirinya. Seolah-olah, Bung Karno masih hidup. Kalau kamu penasaran, kamu bisa lihat sendiri di museum itu. Selain museum, juga ada perpustakaan. Berbagai buku dan jurnal yang mengandung ilmu pengetahuan tersimpan rapih di dalamnya. Pemerintah setempat berharap, adanya museum dan perpustakaan itu bisa melengkapi paket wisata yang ada di Kota Blitar, selain makam Bung Karno di Bendogerit. Wisata tentang seni budaya juga bisa kita lihat. Di areal Istana Gebang ini, setiap tanggal 6 Juni diselenggarakan haul dan berbagai macam kesenian yang selalu didatangi banyak pengunjung. Salah satu acara tahunan yang digelar Pemkot Blitar itu adalah Grebeg Pancasila. Keluarga Soekarno juga masih sering berkumpul di istana ini.

Sumber : www.id.blitarpedia.wikia.com