CANDI BOROBUDUR

LABUAN BAJO

Sabtu, 19 November 2016

TAMAN NASIONAL BALURAN, KEINDAHAN "LITTLE AFRICA" DI TIMUR JAWA




Taman Nasional Baluran adalah salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi (sebelah utara), Jawa Timur, Indonesia. Nama dari Taman Nasional ini diambil dari nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu Gunung Baluran.

Taman Nasional Baluran atau yang juga disebut Little Africa in Java, terdapat beberapa destinasi alam yang bisa anda kunjungi. Dari luasnya padang Savana Bekol, sampai lebatnya hutan hijau Evergreen Forest, hingga keindahan bawah laut di Bama.



Selain itu juga ada beberapa destinasi lain seperti Gua Jepang, Curah Tangis, Sumur Tua, Manting, Dermaga, Kramat, Kajang, Balanan, Lempuyang, Talpat, Kacip, Bilik, Sejileh, Teluk Air Tawar, Batu Numpuk, Pandean atau Candi Bang yang bisa anda kunjungi.

Mengamati kehidupan hewan liar di Taman Nasional Baluran, juga merupakan sebuah pengalaman tersendiri. Selain keindahan alam beberapa destinasi yang sudah ada.



Sumber : www.balurannationalpark.web.id

TIPS TRAVELLING SERU ALA BACKPAKER




Hai sobat pendaki, merasa bosan dengan kegiatan liburan yang itu-itu saja?
Pergi dengan pesawat, check in di hotel atau motel, mengunjungi museum atau pusat perbelanjaan dan menikmati makan malam di restoran mewah mungkin sudah jadi hal biasa saat travelling.

Jika agenda travelling Anda cenderung membosankan, kenapa tidak mencoba sedikit tantangan? Sesekali cobalah berpergian ala backpacker dengan membawa perbekalan seadanya.

Travelling ala backpacker memang berisiko lebih besar dari cara berpergian pada umumnya. Karena itu, ada enam hal yang perlu Anda ketahui saat ingin berpergian ala backpacker, dikutip dari Helium dan Wolipop :

1. Riset
Ada baiknya jika Anda melakukan riset terlebih dahulu daerah atau negara yang akan dikunjungi. Pelajari bahasa negara tersebut, tapi Anda tidak harus memahaminya secara lengkap. Cukup ketahui beberapa frase paling dasar, seperti ‘halo’, ‘selamat tinggal’, ‘terima kasih’, ‘tolong’, ‘permisi’ atau ‘apakah Anda berbahasa Inggris?’. Hal ini akan memudahkan Anda menanyakan informasi kepada warga setempat. Masyarakat lokal juga akan merasa dihargai jika ada orang asing yang tahu bahasa mereka, walaupun hanya sedikit.

Kenali juga adat dan budaya di tempat Anda berkunjung. Setiap negara punya etiket masing-masing tentang hal-hal yang dilarang atau dibolehkan di wilayah mereka. Semakin banyak Anda tahu, akan semakin memudahkan perjalanan backpacking Anda. Cari tahu juga kegiatan rutin di negara atau daerah tersebut, misalnya acara festival atau kegiatan tradisi.

2. Ajak Teman
Saat backpacking, akan lebih seru jika Anda mengajak dua atau tiga teman. Selain bisa seseruan bersama, pengalaman yang didapat akan lebih menarik dan tentunya Anda tidak akan sendirian saat tersesat di daerah antah berantah.



3. Bawa Barang Seperlunya
Kepraktisan dan kemudahan adalah hal paling penting untuk bacpacker saat berkemas. Cukup bawa perbekalan dalam kemasan ‘travel size’. Anda tidak perlu membawa pasta gigi kemasan besar, atau sebotol besar shampo dan sabun cair. Sabun kecil batangan akan lebih praktis dibawa dibandingkan sabun cair.

4. Pakaian dan Sepatu
Seorang backpacker disarankan tidak membawa pakaian terlalu banyak, yang berarti, Anda harus sering mencucinya saat travelling. Karena itu, bawa pakaian yang cepat kering setelah dicuci. Pastikan juga Anda membawa pakaian yang nyaman dan praktis dikenakan.

Untuk sepatu, pastikan kenyamanannya saat dibawa berjalan jauh, berdiri lama atau berlari. Anda perlu membawa tiga pasang sepatu: sandal tahan air, sepatu datar atau kitten heels untuk mengunjungi klub atau pusat perbelanjaan dan sepatu sneaker yang nyaman.



5. Jangan Terpaku di Zona Nyaman
Ketika menjadi seorang backpacker, Anda harus berpikiran terbuka dan menghargai orang. Saat berpergian dengan uang dan perlengkapan seadanya, mungkin Anda akan menghadapi sejumlah kendala. Anda harus menghadapinya dengan sabar dan tenang karena justru disitulah seninnya berlibur ala backpacker. Coba jalin komunikasi yang baik dengan backpacker lain dan warga lokal setempat. Mungkin beberapa di antara mereka ada yang bersikap aneh atau kurang menyenangkan tapi hindari bersikap defensif dan banyak argumen.

6. Berani Ambil Risiko
Bagian paling menarik dari travelling adalah petualangan. Jangan takut ambil risiko, tapi tetap perhitungkan segala sesuatunya dengan matang. Misalnya saja, Anda bisa mencoba telusuri tempat-tempat bersejarah pergi ke wilayah yang masih jarang didatangi orang atau mencoba kuliner unik dan khas di negara yang Anda kunjungi. Namun, selalu waspada di mana Anda berada dan dengan siapa Anda bersama. Sebisa mungkin hindari hal-hal yang mengganggu konsentrasi, seperti minum minuman beralkohol terlalu banyak sehingga membuat Anda mabuk

Sumber : www.republikadventures.wordpress.com

MENIKMATI INDAHNYA DESA SENARU





Senaru adalah desa yang dijadikan awal pendakian Gunung Rinjani. Selain indah dan menyimpan banyak objek wisata, di Senaru terdapat masyarakat adat yang tetap bertahan hidup dengan kultur tradisional ditengah modernisasi. Mengunjungi Senaru, Anda bisa ke beberapa tempat wisata sekaligus yakni air terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep, rumah adat Senaru, bangket Bayan, masjid kuno Bayan dan rumah adat tradisional Karang Bajo. Desa Senaru, berada di Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

Air terjun Sendang Gile adalah salah satu titik pemberhentian sebelum naik ke puncak Rinjani. Untuk mencapai air terjun ini tidaklah sulit karena sudah dibangun jalur yang ditata sedemikian rupa dengan 500 anak tangga. Anda tinggal mengikuti alur tersebut untuk menyaksikan air terjun yang konon airnya bisa membuat kita awet muda. Sedangkan air terjun Tiu Kelep memiliki ketinggian 42 meter dan bertingkat-tingkat. Airnya cukup deras dan besar.

Tidak itu saja, kita juga bisa menyaksikan masjid tua Bayan Beleq yang merupakan salah satu situs bersejarah di Lombok yang sudah berdiri sejak abad ke-17 . Artinya masjid ini sudah berumur lebih dari 300 tahun. Hingga kini, masjid yang merupakan salah satu objek wisata sejarah dan agama di Lombok itu masih terawat dengan baik. Dua ratus meter dari masjid terdapat rumah adat tradisional gubug Karang Bajo. Rumah ini ditempati oleh para toak lokak (tetua), pemangku dan para tokoh adat setempat.



Di balai adat senaru, kita bisa melihat rumah-rumah tradisional yang unik. Lantainya terbuat dari tanah liat, pagarnya bedek dan atap rumbia. Warga – warganya ramah menyambut wisatawan yang datang. Kawasan ini juga rimbun dan asri, beberapa pepohonan kopi milik warga terlihat ikut membuat tempat ini lebih rindang. Jika ingin melihat pemandangan yang indah di areal persawahan bersantailah ke bangket bayan yang membentang luas dan berdekatan dengan hutan adat.

Beberapa wisatawan yang ingin melihat pemdangan dan objek wisata di desa Senaru biasanya menyewa seorang guide yang akan mengarahkan perjalanan mengelilingi desa. Guide itu tergabung dalam kelompok “Panorama Work”. Mereka siap mengantarkan setiap wisatawan melihat keunikan desa Senaru dengan tarif Rp. 200 ribu per orang meliputi rumah adat Senaru, air terjun Sendang Gile, air terjun Tiu Kelep, bangket Bayan, masjid kuno Bayan dan rumah adat tradisional Desa karang Bajo.

Dari Mataram, desa ini bisa ditempuh dalam waktu 2,5 – 3 jam sekali perjalanan. Jika ingin menginap di kawasan Senaru, Anda bisa menginap di beberapa homestay seperti Homestay Emiys Cafe. Atau jika ingin menginap di Mataram, Anda bisa memilih hotel seperti Griya Asri Hotel, Bidari Hotel dan Lombok Plaza Hotel.



Sumber : www.lombok.panduanwisata.id